Selasa, 15 April 2014



Setiap Negara yang maju, memiliki mutu pendidikan yang baik. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh mutu pendidikan, karena melalui pendidikan inilah akan tercipta generasi-generasi penerus bangsa yang berkarakter, berkepribadian luhur, cerdas, dan bertanggung jawab. Pendidikan merupakan dasar dan kunci utama bagi kemajuan suatu bangsa. Karena bangsa yang maju bukanlah bangsa yang memiliki pendapatan nasional yang tinggi, bukan bangsa yang memiliki kekuatan militer yang tidak terkalahkan,  bukan pula bangsa yang pesat dalam hal kemajuan teknologi, akan tetapi  bangsa yang penduduknya berkarakter. Pendapatan nasional, kekuatan militer dan pertahanan nasional yang kuat, atau bahkan kemajuan teknologi tentu akan terwujud jika suatu bangsa memiliki penduduk yang berkarakter. Karakter penduduk inilah yang dibina dari pendidikan yang bermutu, berkualitas, dan relevan. Pendidikan yang benar-benar berorientasi pada tujuan pendidikan. Lalu bagaimana dengan pendidikan di Indonesia? Jika kita telaah lebih lanjut, tujuan pendidikan Indonesia begitu mulia. Seperti yang tertuang dalam pasal 3 UU No 20 tahun 2003 bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun pada kenyataannya, apakah bangsa ini telah mencapai tujuan pendidikannya? Apakah telah terbentuk watak dan kepribadian bangsa yang luhur, sudahkah masyarakat beriman dan bertakqwa kepada Tuhan, demokratis dan bertanggung jawab?
Rasanya memang belum,, bangsa ini masih jauh dari tujuan pendikannya. Kenyataannya  masih adanya diskriminasi pendidikan, mahalnya biaya pendidikan, belum semua sekolah memiliki kualitas pembelajaran yang baik, dan kualitas pendidik yang cenderung masih kalah dibandingkan negara lain. Ditambah lagi masih banyak generasi calon penerus bangsa kita yang putus sekolah. Mereka tak berkesempatan mengenyam pendidikan, bahkan harus bekerja untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa alasan tak adanya biaya pendidikan adalah penyebab utama putusnya sekolah anak-anak di Indonesia. Berdasarkan data profil anak Indonesia 2012 yang diterbitkan oleh kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (KPP&PA) yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa sekitar 50% rata-rata alasan putus sekolah anak-anak Indonesia dengan usia 7-17 tahun baik di pedesaan maupun perkotaan adalah karena faktor biaya, dan sekitar 10% karena mencari nafkah. Jika terus saja terjadi seperti ini, kapan masyarakat Indonesia akan maju, jauh dari kebodohan, dan membentuk masyarakat yang berkarakter? Pendidikan yang memupuk kepribadian anak, dan meluruskan pola pikir agar menjadi lebih kritis dan kreatif, agaknya tidak dapat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat miskin. Masih banyak diluar sana anak-anak usia sekolah yang harus merasakan kerasnya hidup di jalanan, merasakan beratnya mencari sesuap nasi, dan hanya bisa menekan keinginannya bersekolah.
Melihat keadaan pendidikan Indonesia yang seperti ini, terkadang saya geli ketika melihat rakyat yang masih saja menyalahkan pemerintah, dan masih saja geli ketika melihat kinerja pemerintah yang kesannya tak serius menanggapi masalah ini. Bertambah geli lagi, ketika melihat dua pihak ini saling menyalahkan, dan tentunya saling membenarkan diri. Tidak membawa perubahan sedikitpun pada peningkatan mutu pandidikan. Alangkah baiknya jika kedua pihak saling mendukung, pemerintah benar-benar melakukan kewajibannya mengabdi untuk bangsa dan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan, tentu rakyat akan memberikan kepercayaan pada para pemimpinnya. Kenyataannya masih saja mereka para petinggi-petinggi Negara yang mempunyai wewenang, justru menyakiti rakyatnya, menghancurkan negaranya, lupa diri, dan akhir-akhirnya korupsi. Dana untuk peningkatan mutu pendidikan, dan dana untuk memajukan kesejahteraan rakyat pun masuk kantong pribadi. Bagaimana mungkin rakyat memberikan kepercayaannya jika masih saja oknum-oknum ‘nakal’ itu bebas beraksi. Tentunya hal ini akan berpengaruh pula pada usaha peningkatan mutu pendidikan. Tapi bukan suatu yang mustahil terjadi peningkatan mutu pendidikan Indonesia yang signifikan. Semua masih bisa diperbaiki, masih bisa diusahakan, dan masih bisa direncanakan. Bagaimanapun majunya mutu pendidikan di Indonesia, bukanlah sekedar mimpi, dan terbentuknya karakter penduduk Indonesia, bukan pula sekadar harapan. Kita hanya butuh berusaha dan percaya bahwa Indonesia bisa.

SCIENCE PROCESS SKILL IN SCIENCE
APPLICATION
SUBJECT METER
Observing
Observing the Mimosa pudica respond to touch stimuli
Characteristic of living thing
Observing the body of animal around school or environment.
Characteristic
Observing the things that can cold-drawn by magnet.
Magnetic
Observing if the ice in the hot temperature
Temperature
Classifying
observing living thing and nonliving thing around science laboratory. Then classifying what included  the living thing or nonliving thing

Classification

Classifying the things that can cold-drawn by magnet and can’t.
Magnetic
Classifying the matters that bearing the carbohydrate and fat using the carbohydrate test
Carbohydrate test
Measuring and using numbers
Measuring human body temperature using thermometer
Measurement
Measuring pipe’s diameter using micrometer
Measuring thickness of the book using jangka sorong
Measuring the weight of human body using a pair of scales
Measurement
Inferring
Observe the electric series that have   the open and closed electric switch, that when the electric switch open-end, so the lamp not catch a light. Then when the electric switch in closed, so the lamp in catch a light.
Electricity




Predicting
Knowing what happens if a plastic ruler which has been rubbed on dry hair approximated on bits of paper
electricity
Observing what happens if iron was   heated
expansion
Observing what happens when object was given a force
Force
Communication
Drawing the graphic grow rate of plant in a few day
Grow rate
Drawing the graphic amount of rubbish in every year
Environment
Drawing the graphic of relationship of force and pressure
Force
Using space time relationship
Observing differences effect in weight changes bananas soaked with water for 5 minutes and 10 minutes ( the effect of immersion time to gain the weight of bananas)
osmosis
Observing difference effect the length iron that was heated for 1 minutes and 10 minutes (the effect of time on the expansion of iron)
Heat
Interpreting data


Give the explanation about the relationship between time and speed with the distance is 2400 m will form pola like the table below :
No
Speed
Time
1
20 m/s
120s
2
40m/s
60s
3
80m/s
30s
Physics (GLBB)








Defining operationally
The influence of variant activity with   the decrease the body temperature, so result temperature not same with the definition just on the text, but from the result of experiment test.


Thermoregulation
Controlling variable
Find the different  growth of plant in usual land (same media),  same composition of water, same container, same plant, but different composition of manure (pupuk).
Biology ( growth of plant )
Hypothesis
Hypothesized relationship between the acidity the electricity delivered
Electricity
Hypothesized relationship between the amount of water  on the rate of growth
Biology ( growth )
Experiment
Making experiment to prove the plants containing starch (test Sach)
Sach test (biology)
Making experiment to prove the process of photosynthesis produce (Ingenhousz)
Ingenhousz test (biology )
Comparing and contrasting
Knowing the differences and similarities of plants Dicots and Monocots
Dicots and monocots plant
Knowing the differences and similarities of plants Angiospermae and Gymnospermae
Angiospermae and gymnospermae

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran                        : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester                      : VII/1
Pertemuan Ke-                        : 1
Alokasi Waktu                        : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)
Kompetensi Inti                      : Kompetensi Inti 3
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
Kompetensi Dasar                  : Kompetensi Dasar 3.2
Mengidentifikasi ciri  hidup dan tak hidup dari benda-benda dan makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitar.
Indikator                                 :
1.    Menjelaskan pengertian ekosistem
2.    Menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup dan tak hidup
3.    Memberikan 3 contoh makhluk hidup dan tak hidup
4.    Mengidentifikasikan benda-benda yang termasuk makhluk hidup dan tak hidup.
5.    Membedakan benda-benda disekitar yang termasuk makhluk hidup dan tak hidup berdasarkan karakteristiknya.
6.    Membandingkan gerak aktif dan gerak pasif pada makhluk hidup.



I.          Tujuan Pembelajaran :
a.       Melalui diskusi, peserta didik diharapkan mampu dengan tepat menjelaskan pengertian ekosistem sesuai teori.
b.      Melalui observasi, peserta didik diharapkan mampu dengan tepat :
1.      Menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup dan tak hidup sesuai observasi yang telah dilakukan.
2.      Mengklasifikasikan benda-benda di sekitar yang termasuk makhluk hidup dan tak hidup sesuai dengan LKS
c.       Siswa mampu membedakan gerak aktif dan pasif pada makhluk hidup melalui observasi sesuai dengan LKS
II.       Materi ajar :
Di lingkungan sekitar kita terdapat  banyak sekali benda yang bersifat alamiah, seperti batu, pasir, logam, dan udara. Benda-benda di sekitar selain bersifat alamiah, juga bersifat buatan hasil kerja manusia, seperti pensil, baju, bahan makanan, ban mobil, kaca, sepeda, motor mobil. Benda-benda hasil buatan manusia bahan dasarnya berasal dari bahan alam, seperti wajan untuk memasak berasal dari tembaga yang merupakan bahan alam, pensil berasal dari bahan karbon dan sebagainya. Benda-benda tersebut ada yang bersifat sederhana ada pula yang bersifat kompleks, misalnya sebuah mobil bersifat kompleks karena terdiri dari berbagai bahan, antara lain, besi, alumunium, karet, kaca, kulit sintetis, dan beberapa bahan lainnya.
Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain. Manusia akan terus berinovasi untuk terus memproduksi berbagai jenis benda dari bahan alam maupun buatan untuk keperluan hidup manusia. Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain,  yaitu bentuk benda, ukuran benda, warna benda, keadaan permukaan benda, dan bahan penyusun benda.
Apakah benda-benda di lingkungan sekitar semuanya bergerak, memerlukan makanan, bernapas, dan bertambah banyak? Anak ayam dan pohon, semuanya bergerak, memerlukan makanan, bernapas, dan berkembang biak. Mengapa hal ini terjadi? Hal tersebut terjadi karena anak ayam dan pohon adalah makhluk hidup. Bola tidak bisa bergerak jika tidak ditendang. Demikian juga dengan kursi, jika tidak didorong tidak akan bergerak. Bola dan kursi tidak bernapas, tidak memerlukan makanan, dan tidak bertambah banyak. Mengapa demikian? Karena mereka adalah makhluk tak hidup.
Jadi, makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a.      Bernapas
b.      Bergerak
c.       Makan dan minum
d.      Tumbuh dan berkembang
e.       Berkembang biak
f.       Peka terhadap rangsang
g.      Adaptasi

III.    Metode Pembelajaran:
Metode                 : Observasi dan diskusi
Pendekatan          : Keterampilan Proses
Model                   : Cooperative Learning
IV.    Sumber Belajar
·         Buku Paket
·         Buku Penunjang
·         LKS
·         Lingkungan sekitar
V.       Alat dan Bahan
·         LKS
VI.    Langkah-langkah pembelajaran
Pertemuan pertama (90 menit)
1.      Kegiatan pendahuluan (10 menit)
·         Memotivasi siswa dengan menceritakan lingkungan sekitar yang terdiri dari berbagai macam benda, kemudian meminta beberapa siswa menyebutkan benda apa saja yang termasuk makhluk hidup dan tak hidup yang ada di lingkungan sekolah.
·         Membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan (menyumbang ide) berdasarkan jawaban yang disebutkan siswa:
a.       Apakah semua makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang sama?
b.      Apakah benda mati selalu tidak memiliki ciri yang dimiliki makhluk hidup?
c.       Apa sajakah cirri makhluk hidup yang dapat diamati secara langsung?
d.      Bagaimana perbedaan gerak pada hewan dan tumbuhan?
·         Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses, psikomotor, perilaku berkarakter dan keterampilan sosial.

2.      Kegiatan inti (70 menit)
·         Menggali informasi dengan meminta siswa menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup dan tak hidup yang mereka ketahui
·         Membagi siswa dalam kelompok kooperatif (2-3 siswa) dalam setiap kelompok, kemudian membagi LKS: ciri-ciri makhluk hidup dan tak hidup
·         Dipandu LKS 1, guru membimbing siswa melakukan pengamatan, komunikasi dan menarik kesimpulan secara jujur, bertanggung jawab, dan saling bekerja sama dengan anggota kelompok.
·         Guru mendampingi siswa dalam melakukan observasi
·         Setelah observasi selesai, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengerjakan soal pada LKS secara jujur dan mandiri berdasarkan hasil observasi.
·         Guru membimbing siswa secara kelompok bagaimana mengelompokkan makhluk hidup dan tak hidup berdasarkan pengamatan.
·         Guru melakukan evaluasi formatif dengan meminta beberapa kelompok mempresentasikan hasil pengamatan secara tanggung jawab dan ditanggapi kelompok lain. Pada saat presentasi kelompok lain diharapkan mendengarkan dengan sebaik-baiknya dan bertanya apabila tidak sesuai dengan hasil pengamatannya

3.      Kegiatan Penutup (10 menit)
·         Guru membimbing siswa menyumbangkan ide untuk membuat rangkuman pelajaran dan mencatat hasil rangkuman secara individu untuk melatih kejujuran dan tanggung jawab
·         Guru memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang kinerjanya baik
·         Guru mengingatkan siswa untuk belajar materi selanjutnya tentang ciri makhluk tak hidup.








Di lingkungan sekitar kita terdapat  banyak sekali benda yang bersifat alamiah, seperti batu, pasir, logam, dan udara. Benda-benda di sekitar selain bersifat alamiah, juga bersifat buatan hasil kerja manusia, seperti pensil, baju, bahan makanan, ban mobil, kaca, sepeda, motor mobil. Benda-benda hasil buatan manusia bahan dasarnya berasal dari bahan alam, seperti wajan untuk memasak berasal dari tembaga yang merupakan bahan alam, pensil berasal dari bahan karbon dan sebagainya. Benda-benda tersebut ada yang bersifat sederhana ada pula yang bersifat kompleks, misalnya sebuah mobil bersifat kompleks karena terdiri dari berbagai bahan, antara lain, besi, alumunium, karet, kaca, kulit sintetis, dan beberapa bahan lainnya.
Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain. Manusia akan terus berinovasi untuk terus memproduksi berbagai jenis benda dari bahan alam maupun buatan untuk keperluan hidup manusia. Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain,  yaitu bentuk benda, ukuran benda, warna benda, keadaan permukaan benda, dan bahan penyusun benda. 
Apakah benda-benda di lingkungan sekitar semuanya bergerak, memerlukan makanan, bernapas, dan bertambah banyak? Anak ayam dan pohon, semuanya bergerak, memerlukan makanan, bernapas, dan berkembang biak. Mengapa hal ini terjadi? Hal tersebut terjadi karena anak ayam dan pohon adalah makhluk hidup. Bola tidak bisa bergerak jika tidak ditendang. Demikian juga dengan kursi, jika tidak didorong tidak akan bergerak. Bola dan kursi tidak bernapas, tidak memerlukan makanan, dan tidak bertambah banyak. Mengapa demikian? Karena mereka adalah makhluk tak hidup. Jadi, makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
1. Bernafas    
nafas

Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan. Bernapas adalah proses mengambil udara (O2) dari luar dan mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh. Oksigen (O2) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran makanan dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan tubuh atau disebut juga oksidasi tubuh. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas lainnya. Proses pernapasan makhluk hidup berbeda-beda, bergantung pada tempat hidup dan jenis makhluk hidup. Makhluk hidup yang hidup di darat memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan makhluk hidup yang hidup di air. Pernapasan burung berbeda dengan amfibi. Manusia dan hewan di darat umumnya bernapas dengan paruparu. Oksigen diambil dari udara melalui hidung. Untuk makhluk hidup yang hidup di air, seperti ikan bernapas dengan insang. Makhluk hidup yang di air menggunakan oksigen yang terlarut dalam air untuk bernapas. Selain itu, tumbuhan pun juga bernapas. Oksigen diambil oleh tumbuhan melalui stomata atau mulut daun, dan lentisel (lubang-lubang yang ada pada batang tumbuhan).
2. Bergerak
 Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Gerak pada manusia dan hewan jelas tampak terlihat. Kamu dapat berjalan, berlari, dan menggerakkan tangan. Begitu juga dengan hewan dapat berlari, terbang, dan lain sebagainya. Untuk melakukan gerakan tersebut, manusia dan hewan dibantu oleh alat gerak. Pada manusia, misalnya tangan dan kaki. Sedangkan, pada hewan, seperti sayap, sirip, kaki, silia, dan lainnya. Selain manusia dan hewan, tumbuhan juga melakukan gerakan, tapi gerakan ini tidak mudah dilihat. Contoh gerakan pada tumbuhan adalah menutupnya daun putri malu bila disentuh. Daun-daun pohon petai cina yang menutup pada sore hari, arah tumbuhnya tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari, dan bunga matahari yang selalu menghadap matahari. Gerakan pada tumbuhan disebabkan karena ada rangsangan dari luar.
3. Makan dan Minum 
Seluruh makhluk hidup membutuhkan makanan. Makanan yang  dimakan harus mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Zat makanan ini terdapat dalam umbi-umbian seperti singkong, kentang, dan ketela. Selain itu, terdapat dalam biji-bijian, seperti jagung, beras, gandum, dan tepung terigu. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Lemak memiliki kalori paling tinggi dibandingkan zat makanan lainnya. Zat makanan ini terdapat dalam susu dan mentega. Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein dibagi menjadi dua macam, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya: telur, daging, susu, dan ikan. Sedangkan, protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya: kacangkacangan, dan buah-buahan. Vitamin dan mineral diperlukan tubuh kita untuk mengatur proses kegiatan tubuh. Vitamin dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayursayuran, seperti: wortel, sayur bayam, kangkung, jeruk, alpukat, apel, dan sebagainya. 
4. Tumbuh dan Berkembang
 

Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya, jika kamu menanam biji akan tumbuh menjadi kecambah, kemudian menjadi tanaman kecil. Jika tanaman tersebut kamu siram setiap hari, maka akan tumbuh menjadi tanaman yang besar. Pertumbuhan merupakan pertambahan sel-sel tubuh, sehingga ukuran tubuh bertambah dan tidak bisa mengecil kembali. Bagaimana dengan pertumbuhan hewan dan tumbuhan? Hewan dan tumbuhan juga mengalami pertumbuhan seperti manusia, yaitu ukuran tubuhnya makin besar. Pertumbuhan ini dapat diukur.
5. Berkembang Biak

Berkembang biak atau reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Perkembangbiakan ini berguna untuk melestarikan jenisnya.Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi dua macam, yaitu secara generatif (kawin) dan secara vegetatif (tak kawin). Pada hewan tingkat tinggi umumnya berkembang biak secara kawin, sedangkan pada hewan tingkat rendah berkembang biak dengan vegetatif (tak kawin).Pada tumbuhan, mereka tidak hanya berkembang biak dengan biji, tetapi juga dapat berkembang biak secara vegetatif atau tidak kawin. Contoh perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan, di antaranya stek, cangkok, dan tunas.
6. Peka Terhadap Rangsang 
Semua makhluk hidup akan menanggapi dengan segera apabila ada rangsangan atau perubahan dari lingkungan sekitarnya. Kemampuan makhluk hidup dalam menanggapi rangsang disebut iritabilitas. Setiap makhluk hidup peka terhadap rangsang tertentu. Rangsang dari luar diterima oleh alat-indera yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Contohnya, mata kita akan mengedip bila terkena cahaya yang silau. Hewan juga memiliki indera yang peka terhadap rangsangan, meskipun setiap golongan hewan memiliki kepekaan indera yang berbeda. Misalnya anjing peka penciumannya, burung peka penglihatannya, dan kelelawar peka terhadap pendengarannya. Tumbuhan juga peka terhadap rangsangan. Kepekaan tumbuhan dapat timbul karena adanya rangsangan misalnya cahaya, gaya tarik bumi, zat kimia, atau sentuhan. Contohnya tumbuhan putrid malu akan mengatup daunnya bila tersentuh, dan tumbuhan petai cina akan mengatupkan dauunya ketika menjelang malam dan membuka kembali menjelang pagi. Rangsangan-rangsangan tersebut akan menyebabkan gerak pada makhluk hidup.
7.  Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
·         Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya.
Contoh:burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.
·         Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh.
Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering, tetapi urinenya kental
·         Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya.
Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.
 Video tentang ciri-ciri makhluk hidup :